Merekonstruksi Kitab Injil Yang Asli
Kemarin, ketika saya mengingat kembali Al Quran surat An Nisa ayat 163, yang kira-kira artinya sebagai berikut, seolah-olah saya mendapatkan pencerahan " Sesungguhnya Kami mewahyukan kepadamu (Muhammad) sebagaimana Kami telah mewahyukan kepada Nuh dan nabi-nabi setelahnya, dan Kami telah mewahyukan (pula) kepada Ibrahim, Ismail, Ishak, Yakub dan anak cucunya; Isa, Ayyub, Yunus, Harun dan Sulaiman . Dan Kami telah memberikan Kitab Zabur kepada Dawud ." (QS 4:163) Nah, di sini yang menarik perhatian saya adalah bahwa urutan penyebutan Nabi pada ayat ini seolah-olah disebutkan s ecara acak, yakni Isa, Ayub, Yunus, Harun, Sulaiman, dan Daud. Kenapa disebut secara acak? Bukankah kalau secara kronologis ( chronological order ) dari akhir ke awal maka urutan seharusnya adalah Isa, Yunus, Sulaiman, Daud, Ayub, Harun (atau Isa, Yunus, Sulaiman, Daud, Harun, Ayub?). Atau barangkali urutan lainnya, yakni urutan dalam Alkitab? Kebetulan, ke-enam nabi yang disebutkan dalam ayat ...