Lucky Number Seven
Setelah bertahun-tahun belajar dan merenung, nampaknya sekarang saya mulai dapat merasakan pentingnya angka tujuh dalam Kitab Suci. Angka 7 sepertinya merupakan angka keramat yang sering kali diulang-ulang dalam kitab suci, seperti Allah menciptakan langit dan bumi dalam 7 hari, tujuh lapis langit, tujuh yang diulang dalam surat Al Hijr 87, tujuh ayat surah Al Fatihah, Seven Laws of Noah, Seven Deadly Sins, tujuh ucapan dalam the Beatitudes atau Ucapan Bahagia dalam Injil Matius 5:3-10, dan the Seven Commandments in the Torah for the Gentiles.
Dan sepertinya setiap unsur dalam tujuh hal ini memiliki keterkaitan satu sama lain. Berikut kurang lebih rekapitulasi list tujuh ucapan bahagia, seven laws of Noah, the Seven Comamandments, dan the seven deadly sins yang saya susun (versi saya):
|
Beatitudes (Blessed are …) |
Seven Laws |
Seven Commandments* |
Deadly Sins |
|
the poor |
No idolatry |
You shall have no other gods before the Lord |
gluttony |
|
those who mourn |
No Blasphemy |
You shall not take the name of the Lord your God in vain |
wrath |
|
those who are humble |
Do not murder |
You shall not murder |
pride |
|
those who hunger and thirst for righteousness (or justice) |
Set up the courts of justice |
You shall not bear false witness against your neighbor |
sloth |
|
the merciful |
Do not steal |
You shall not steal |
greed |
|
the pure in heart |
Do not commit adultery |
You shall not commit adultery |
lust |
|
the peacemakers |
Do not eat blood and/or the limb of living animal? |
You shall not covet your neighbor’s house and wife |
envy |
*Penjelasan:
Q: Kenapa hanya ada Seven Commandments, bukankah seharusnya ada the Ten Commandments atau Sepuluh Perintah?
A: Kalau Anda review the Ten Commandments dengan teliti, sebenarnya hanya ada sembilan perintah di situ, bukan sepuluh. Dan hal ini nampaknya sudah disadari oleh the Samaritans yang menambahkan perintah ke-sepuluh dalam Taurat mereka (the Samaritan Pentateuch), dan juga Moses Shapira yang memiliki perintah kesepuluh (perintah ekstra) dalam Shapira Manuscript-nya. Apalagi kalau Anda bandingkan Sepuluh Perintah versi Katolik berbeda penomorannya dengan versi Protestan. Dimana menurut versi Katolik, perintah "You shall not covet ..." dipecah menjadi dua perintah, padahal kita tahu bahwa sebenarnya perintah "You shall not covet" tsb adalah satu kesatuan perintah tunggal, sehingga tidak perlu dipecah menjadi dua. Dengan demikian, perintah yang ada di dalam Kitab Exodus 20 dan Deutronomy 5 sebenarnya hanya ada sembilan, bukan sepuluh.
Q: Kenapa Anda "membuang" perintah untuk menguduskan Hari Sabtu dan menghormati orang tuamu?
A: Karena saya percaya bahwa dua perintah ini "hanya" diwajibkan kepada orang Israel saja. Alasannya, dalam Kitab Ulangan 5:12-16, baik perintah untuk menguduskan Hari Sabtu maupun perintah untuk menghormati ayah dan ibumu ditambahi phrase "as the Lord your God has commanded to you" (you = the Israelites atau bani Israel). Sementara untuk perintah lainnya tidak ada frasa tersebut. Maka dua perintah tersebut saya asumsikan dikhususkan untuk bani Israel saja.
Q: Apa hubungannya antara orang miskin (the poor) dengan idolatry (syirik)?
A: Lawan dari miskin adalah kaya. Dan orang kaya identik dengan orang yang banyak hartanya atau uangnya, atau kalau dalam bahasa Aramaic-nya disebut mammon. Dalam Injil Matius dan Lukas disebutkan You cannot serve God and mammon. Dalam Lukas 16:14 disebutkan bahwa orang-orang Pharisi adalah orang-orang penyembah uang (the lovers of money). Para penyembah uang (the lovers of money) identik dengan orang-orang yang rakus/gluttony (Ref Lukas 16:19). Dan lawan dari orang yang punya banyak harta dan uang adalah orang miskin.
19 There was once a rich man who wore expensive clothes and every day ate the best food. 20 But a poor beggar named Lazarus was brought to the gate of the rich man's house. 21 He was happy just to eat the scraps that fell from the rich man's table.(Luke 16:19-21, Contemporary English Version/CEV)
Dari Injil Lukas di atas terlihat perebedaan antara si kaya dan si miskin. Si kaya makan dengan berfoya-foya setiap hari yang merupakan manifestasi dari sifat rakus (gluttony), sedangkan si miskin hanya memakan sisa-sisa makanan dari si kaya.
Q: Apa hubungannya antara orang yang berduka cita (those who mourn) dengan blasphemy dan wrath?
A: Saya teringat dengan kisah Nabi Ayub (atau Iyov atau Job). Dalam Kitab Ayub, walaupun Ayub ditimpa musibah bertubi-tubi dan beliau meratap (mourn) selama tujuh hari tujuh malam, namun Ayub tetap menolak untuk blasphemy kepada Tuhan. Nah, pada umumnya ketika orang tertimpa musibah, biasanya orang akan marah (wrath) dan menyalahkan Tuhan (blasphemy). Namun hal ini tidak terjadi pada Nabi Ayub.
Q: Apa hubungannya antara those who are humble dengan membunuh dan sifat sombong (pride)?
A: Saya teringat dengan Kain, manusia pertama yang melakukan pembunuhan. Murder begins in the heart (Matthew 5:21-25). Kain membunuh Habil karena egonya (his pride) terusik, sehingga dia membunuh Habel. Dan lawan dari pride adalah humble.
Q: Apa hubungannya lapar dan haus akan kebenaran atau keadilan dengan sloth (malas)?
A: Saya percaya bahwa sifat sloth atau malas adalah lawan kata dari lapar dan haus akan kebenaran dan keadilan. Orang yang lapar dan haus akan kebenaran dan keadilan seharusnya adalah orang yang rajin membaca dan mempelajari kitab suci, bukan orang yang malas. Dan ini terkait dengan perintah untuk menegakkan keadilan dalam Seven Laws of Noah. Sedangkan perintah untuk menegakkan keadilan ini berhubungan dengan adanya "kesaksian" atau witness dalam the commandments. Selain itu, dalam menuntut ilmu atau mempelajari kebenaran dan mencari keadilan, kita dituntut untuk mengutamakan integritas atau kejujuran. Kita harus jujur pada diri kita sendiri dan mengutamakan integritas dalam mengejar kebenaran dan menegakkan keadilan.
Q: Apa hubungannya antara the merciful dengan larangan "You shall not steal"?
A: Saya terinspirasi dari Injil Lukas 6:29-30. "Barang siapa mengambil jubahmu, maka biarkan ia mengambil bajumu. Berikanlah kepada orang yang meminta kepadamu, dan jangan meminta kembali kepada orang yang mengambil kepunyaanmu". Mengambil kepunyaan orang lain adalah mencuri, dan ini terkait dengan sifat serakah (greed). And the opposite of steal atau kebalikan dari mencuri adalah memaafkannya (murah hati).
Q: Apa hubungannya antara the pure in heart dengan You shall not commit adultery (lust)?
A: Orang yang berzina, termasuk zina mata, adalah orang yang mengotori hatinya sendiri (ref Matthew 5:28)
Q: Kenapa Anda mengganti larangan untuk tidak memakan bagian tubuh dari binatang yang masih hidup dengan perintah 'You shall not covet anything that is your neighbour's'?
A: Karena saya merasa perintah "do not covet" ini lebih masuk akal ketimbang jangan memakan binatang yang masih ada nyawanya. Don't get me wrong. Jangan salah. Saya percaya bahwa larangan untuk memakan hewan yang masih ada nyawanya itu tetap valid, namun itu bukanlah bagian dari Tujuh Perintah yang semestinya. Demikian juga perintah untuk menghormati ayah dan ibu itu tetap valid, namun bukan merupakan bagian dari the Seven Commandments for the gentiles.
Lalu apa hubungannya antara the peacemakers dengan envy? Contoh orang yang envy atau dengki digambarkan dalam surah Al Baqarah ayat 105 s.d. 120, khususnya ayat 109, 111, dan 113. Orang yang dengki (envy) ingin hanya golongan dia sendiri sajalah yang benar dan masuk sorga, sedangkan golongan lain yang bukan golongannya dia anggap sebagai lawan yang pasti salah sehingga harus masuk neraka. Kebalikan dengan sifat dengki ini adalah orang-orang yang membawa damai yang menganggap bahwa kebenaran itu mutlak hanya milik Tuhan semata sehingga tidak bisa diklaim oleh suatu golongan tertentu manapun, dan sorga terbuka untuk beberapa golongan, bukan hanya untuk satu golongan tertentu saja (Quran Sura 2:62, Al Maaidah 69, Huud 118-119, QS 23:52-53, QS 42:13-14).
FYI:
Perintah ekstra atau perintah kesepuluh yang terdapat dalam Shapira Manuscript adalah "You shall not hate your brother in your heart" (Leviticus 19:17). Perintah ini selaras dengan perintah "You shall not covet your neighbour's ...". Atau mungkin bisa juga dikatakan bahwa perintah "You shall not hate your brother in your heart" merupakan rangkuman dari empat perintah sebelumnya (do not murder, do not commit adultery, do not steal, do not covet, ref: surat Paulus kepada Roma 13:9).
Kedua perintah tersebut ("Do not covet and do not hate your brother") identik dengan rasa dengki atau envy yang merupakan lawan dari the peacemakers, atau orang-orang yang membawa damai (salam).
Additional info: seven deadly sins according to Matthew 15:19:
"For out of the heart proceed evil thoughts, murders, adulteries, fornications, thefts, false witness, blasphemies." (Mat 15:19, NKJV)
|
Seven Commandments* |
Matthew 15:19 |
|
You shall have no other gods before the Lord your God |
fornications |
|
You shall not take the name of the Lord your God in vain |
blasphemies |
|
You shall not murder |
murders |
|
You shall not bear false witness against your neighbour |
false witness |
|
You shall not steal |
thefts |
|
You shall not commit adultery |
adulteries |
|
You shall not covet your neighbour’s wife |
evil thoughts |
Comments
Post a Comment