Posts

Ayat Yang Salah Tempat?

"Mereka mengubah perkataan dari tempat-tempatnya" (QS 4:46, 5:13, 5:41) Setidaknya terdapat tiga ayat Al Quran dalam dua surat yang berbeda yang menyatakan bahwa mereka (orang-orang Yahudi) mengubah perkataan dari tempat-tempatnya. Yang artinya bahwa orang-orang Yahudi terdahulu telah mengubah Alkitab mereka. Namun, sebagaimana dikatakan dalam sebuah hadits, bahwa umat Islam akan mengikuti langkah umat terdahulu (Yahudi dan Nasrani), bahkan seandainya mereka masuk ke lubang biawak pun maka umat Islam akan mengikutinya juga. Dan bukan tidak mungkin bahwa umat Islam saat ini memang sudah melakukan kesalahan yang sama yang pernah dilakukan oleh umat terdahulu, termasuk mengubah perkataan dari tempat-tempatnya. Dan imajinasi liar saya berpendapat bahwa jika seandainya memang umat Islam terdahulu telah mengubah perkataan dari tempat-tempatnya, maka setidaknya ada dua kandidat ayat Al Quran yang mungkin termasuk ke dalam ayat yang telah diubah penempatannya, karena saya merasakan p...

Bekal untuk Berdakwah

Dalam salah satu tradisi Islam dinyatakan bahwa urutan empat surat yang pertama kali diturunkan kepada Nabi Muhammad adalah sebagai berikut: pertama, Al Alaq (3 atau 5 ayat pertama dari surat ini), kedua surat Al Qalam, ketiga surat Al Muddatsir, dan keempat adalah surat Ad Dhuha. Nah, dari sini kita bisa melihat bahwa Nabi sudah diminta berdakwah kepada kaumnya ketika beliau baru menerima tiga surat saja, yakni Iqra bismi rabbika , Al Qalam , dan Al Muddatsir. Lalu, materi dakwah apa yang harus disampaikan kepada kaumnya, mengingat isi ketiga surat-surat tsb belum mengandung substansi dakwah yang wow , karena belum ada berita mengenai Hari Kiamat, belum ada pengenalan mengenai kalimat tauhid, bahkan belum ada pengenalan akan nama Allah. Pada saat itu, Allah disebut sebagai rabbika/rabbuka . Nah, kemudian saya berpikir untuk menghubungkan setiap ayat yg pertama kali turun dengan sebuah kitab tertentu. Hasil imajinasi saya kurang lebih seperti ini. 1. Ayat Iqra bismi rabbikalladzii khal...

Merekonstruksi Kitab Injil Yang Asli

Kemarin,  ketika saya mengingat kembali Al Quran surat An Nisa ayat 163, yang kira-kira artinya sebagai berikut, seolah-olah saya mendapatkan pencerahan  " Sesungguhnya Kami mewahyukan kepadamu (Muhammad) sebagaimana Kami telah mewahyukan kepada Nuh dan nabi-nabi setelahnya, dan Kami telah mewahyukan (pula) kepada Ibrahim, Ismail, Ishak, Yakub dan anak cucunya; Isa, Ayyub, Yunus, Harun dan Sulaiman . Dan Kami telah memberikan Kitab Zabur kepada Dawud ." (QS 4:163) Nah, di sini yang menarik perhatian saya adalah bahwa urutan penyebutan Nabi pada ayat ini seolah-olah disebutkan s ecara acak, yakni Isa, Ayub, Yunus, Harun, Sulaiman, dan Daud. Kenapa disebut secara acak? Bukankah kalau secara kronologis ( chronological order ) dari akhir ke awal maka urutan seharusnya adalah Isa, Yunus, Sulaiman, Daud, Ayub, Harun (atau Isa, Yunus, Sulaiman, Daud, Harun, Ayub?). Atau barangkali urutan lainnya, yakni urutan dalam Alkitab? Kebetulan, ke-enam nabi yang disebutkan dalam ayat ...