Ayat Yang Salah Tempat?

"Mereka mengubah perkataan dari tempat-tempatnya" (QS 4:46, 5:13, 5:41)

Setidaknya terdapat tiga ayat Al Quran dalam dua surat yang berbeda yang menyatakan bahwa mereka (orang-orang Yahudi) mengubah perkataan dari tempat-tempatnya. Yang artinya bahwa orang-orang Yahudi terdahulu telah mengubah Alkitab mereka.

Namun, sebagaimana dikatakan dalam sebuah hadits, bahwa umat Islam akan mengikuti langkah umat terdahulu (Yahudi dan Nasrani), bahkan seandainya mereka masuk ke lubang biawak pun maka umat Islam akan mengikutinya juga. Dan bukan tidak mungkin bahwa umat Islam saat ini memang sudah melakukan kesalahan yang sama yang pernah dilakukan oleh umat terdahulu, termasuk mengubah perkataan dari tempat-tempatnya.

Dan imajinasi liar saya berpendapat bahwa jika seandainya memang umat Islam terdahulu telah mengubah perkataan dari tempat-tempatnya, maka setidaknya ada dua kandidat ayat Al Quran yang mungkin termasuk ke dalam ayat yang telah diubah penempatannya, karena saya merasakan penempatan kedua ayat tsb pada posisi yang sekarang tidak pas. Dua kandidat tersebut adalah ayat-ayat yang cukup terkenal di kalangan umat Islam, yakni Al Maidah 3 dan Al A'raf 157-158.


Kandidat pertama: Al Maidah 3

حُرِّمَتۡ عَلَيۡكُمُ الۡمَيۡتَةُ وَالدَّمُ وَلَحۡمُ الۡخِنۡزِيۡرِ وَمَاۤ اُهِلَّ لِغَيۡرِ اللّٰهِ بِهٖ وَالۡمُنۡخَنِقَةُ وَالۡمَوۡقُوۡذَةُ وَالۡمُتَرَدِّيَةُ وَالنَّطِيۡحَةُ وَمَاۤ اَكَلَ السَّبُعُ اِلَّا مَا ذَكَّيۡتُمۡ وَمَا ذُ بِحَ عَلَى النُّصُبِ وَاَنۡ تَسۡتَقۡسِمُوۡا بِالۡاَزۡلَامِ‌ ؕ ذٰ لِكُمۡ فِسۡقٌ‌ ؕ اَلۡيَوۡمَ يَٮِٕسَ الَّذِيۡنَ كَفَرُوۡا مِنۡ دِيۡـنِكُمۡ فَلَا تَخۡشَوۡهُمۡ وَاخۡشَوۡنِ‌ ؕ اَ لۡيَوۡمَ اَكۡمَلۡتُ لَـكُمۡ دِيۡنَكُمۡ وَاَ تۡمَمۡتُ عَلَيۡكُمۡ نِعۡمَتِىۡ وَرَضِيۡتُ لَـكُمُ الۡاِسۡلَامَ دِيۡنًا‌ ؕ فَمَنِ اضۡطُرَّ فِىۡ مَخۡمَصَةٍ غَيۡرَ مُتَجَانِفٍ لِّاِثۡمٍ‌ۙ فَاِنَّ اللّٰهَ غَفُوۡرٌ رَّحِيۡمٌ

3. Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, dan (daging) hewan yang disembelih bukan atas (nama) Allah, yang tercekik, yang dipukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan yang diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu sembelih. Dan (diharamkan pula) yang disembelih untuk berhala. Dan (diharamkan pula) mengundi nasib dengan azlam (anak panah), (karena) itu suatu perbuatan fasik. Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu untukmu, dan telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu, dan telah Aku ridhai Islam sebagai agamamu. Tetapi barangsiapa terpaksa karena lapar, bukan karena ingin berbuat dosa, maka sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.

Saya merasakan adanya kejanggalan dalam penempatan ayat yang terkenal sebagai salah satu ayat yang terakhir diturunkan di atas. Jika kita pindahkan ayat yang saya beri warna merah tersebut, maka justru ayat Al Maidah 3 tentang makanan haram tsb menjadi lebih seamless atau smooth. Dugaan saya, semestinya ayat Al yawma tsb diletakkan pada Al Maidah 5 sbb:
5. Pada hari ini dihalalkan bagimu segala yang baik-baik. Makanan (sembelihan) Ahli Kitab itu halal bagimu, dan makananmu halal bagi mereka. Dan (dihalalkan bagimu menikahi) perempuan-perempuan yang menjaga kehormatan di antara perempuan-perempuan yang beriman dan perempuan-perempuan yang menjaga kehormatan di antara orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu, apabila kamu membayar maskawin mereka untuk menikahinya, tidak dengan maksud berzina dan bukan untuk menjadikan perempuan piaraan. Barangsiapa kafir setelah beriman, maka sungguh, sia-sia amal mereka, dan di akhirat dia termasuk orang-orang yang rugi. Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu untukmu, dan telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu, dan telah Aku ridhai Islam sebagai agamamu. 
Pengubahan ayat Al yawma pada Al Maidah 3 menjadi Al Maidah 5 bukan hanya membuat bunyi Al Maidah 3 menjadi lebih coherent, melainkan juga Al yawma pada ayat 5 menjadi lebih pas.
Kandidat Kedua: Al A'raf 156b/157-158
وَاكۡتُبۡ لَـنَا فِىۡ هٰذِهِ الدُّنۡيَا حَسَنَةً وَّفِى الۡاٰخِرَةِ اِنَّا هُدۡنَاۤ اِلَيۡكَ ‌ؕ قَالَ عَذَابِىۡۤ اُصِيۡبُ بِهٖ مَنۡ اَشَآءُ‌ ۚ وَرَحۡمَتِىۡ وَسِعَتۡ كُلَّ شَىۡءٍ‌ ؕ فَسَاَكۡتُبُهَا لِلَّذِيۡنَ يَتَّقُوۡنَ وَيُؤۡتُوۡنَ الزَّكٰوةَ وَالَّذِيۡنَ هُمۡ بِاٰيٰتِنَا يُؤۡمِنُوۡنَ
اَ لَّذِيۡنَ يَتَّبِعُوۡنَ الرَّسُوۡلَ النَّبِىَّ الۡاُمِّىَّ الَّذِىۡ يَجِدُوۡنَهٗ مَكۡتُوۡبًا عِنۡدَهُمۡ فِى التَّوۡرٰٮةِ وَالۡاِنۡجِيۡلِ يَاۡمُرُهُمۡ بِالۡمَعۡرُوۡفِ وَيَنۡهٰٮهُمۡ عَنِ الۡمُنۡكَرِ وَيُحِلُّ لَهُمُ الطَّيِّبٰتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيۡهِمُ الۡخَبٰۤٮِٕثَ وَيَضَعُ عَنۡهُمۡ اِصۡرَهُمۡ وَالۡاَغۡلٰلَ الَّتِىۡ كَانَتۡ عَلَيۡهِمۡ‌ ؕ فَالَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا بِهٖ وَعَزَّرُوۡهُ وَنَصَرُوۡهُ وَ اتَّبَـعُوا النُّوۡرَ الَّذِىۡۤ اُنۡزِلَ مَعَهٗ ۤ‌ ۙ اُولٰۤٮِٕكَ هُمُ الۡمُفۡلِحُوۡنَ
قُلۡ يٰۤاَيُّهَا النَّاسُ اِنِّىۡ رَسُوۡلُ اللّٰهِ اِلَيۡكُمۡ جَمِيۡعَاْ ۨالَّذِىۡ لَهٗ مُلۡكُ السَّمٰوٰتِ وَالۡاَرۡضِ‌ۚ لَاۤ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ يُحۡىٖ وَيُمِيۡتُ‌ ۖ فَاٰمِنُوۡا بِاللّٰهِ وَرَسُوۡلِهِ النَّبِىِّ الۡاُمِّىِّ الَّذِىۡ يُؤۡمِنُ بِاللّٰهِ وَكَلِمٰتِهٖ وَاتَّبِعُوۡهُ لَعَلَّكُمۡ تَهۡتَدُوۡنَ
وَ مِنۡ قَوۡمِ مُوۡسٰٓى اُمَّةٌ يَّهۡدُوۡنَ بِالۡحَـقِّ وَبِهٖ يَعۡدِلُوۡنَ

156. Dan tetapkanlah untuk kami kebaikan di dunia ini dan di akhirat. Sungguh, kami kembali (bertobat) kepada Engkau. (Allah) berfirman, "Siksa-Ku akan Aku timpakan kepada siapa yang Aku kehendaki dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu. Maka akan Aku tetapkan rahmat-Ku bagi orang-orang yang bertakwa, yang menunaikan zakat dan orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami."
157. Orang-orang yang mengikuti Rasul, Nabi ummi (gentile prophet?) yang mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada pada mereka, yang menyuruh mereka berbuat yang makruf dan mencegah dari yang mungkar, dan yang menghalalkan segala yang baik bagi mereka dan mengharamkan segala yang buruk bagi mereka, dan membebaskan beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Adapun orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al-Qur'an), mereka itulah orang-orang beruntung.
158. Katakanlah (Muhammad), "Wahai manusia! Sesungguhnya aku ini utusan Allah bagi kamu semua, Yang memiliki kerajaan langit dan bumi; tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Yang menghidupkan dan mematikan, maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya, (yaitu) Nabi ummi yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya). Ikutilah dia, agar kamu mendapat petunjuk."
159. Dan di antara kaum Musa itu terdapat suatu umat yang memberi petunjuk (kepada manusia) dengan (dasar) kebenaran dan dengan itu (pula) mereka berlaku adil menjalankan keadilan.
Saya juga merasakan kejanggalan dalam penempatan ayat 157-158 di atas. Dimana pada ayat sebelum dan sesudahnya yakni ayat  Al A'raf 156 dan 159 berbicara tentang Nabi Musa dan kaumnya, namun di-interupsi oleh ayat tentang nabi ummiy, yang seolah-olah justru mengganggu flow dari kisah Nabi Musa dan kaumnya. Dengan adanya penempatan ayat 157-158 di antara ayat 156 dan 159 seperti kondisi eksisting, seolah-olah redaktor Quran ingin membatasi rahmat Allah hanya terbatas kepada orang-orang yang beriman kepada Nabi Ummi (gentile prophet), dan pembatasan tsb berlaku sejak zaman Nabi Musa, atau kira-kira sekitar 2000 tahun sebelum Nabi Muhammad lahir.
Menurut saya, terdapat dua alternatif penempatan ayat tsb. Alternatif pertama adalah setelah ayat 181 dan sebelum ayat182 sbb:
181. Dan di antara orang-orang yang telah Kami ciptakan ada umat yang memberi petunjuk dengan (dasar) kebenaran, dan dengan itu (pula) mereka berlaku adil. 157. Orang-orang yang mengikuti Rasul, Nabi yang ummi yang mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada pada mereka, yang menyuruh mereka berbuat yang makruf dan mencegah dari yang mungkar, dan yang menghalalkan segala yang baik bagi mereka dan mengharamkan segala yang buruk bagi mereka, dan membebaskan beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Adapun orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al-Qur'an), mereka itulah orang-orang beruntung. 158. Katakanlah (Muhammad), "Wahai manusia! Sesungguhnya aku ini utusan Allah bagi kamu semua, Yang memiliki kerajaan langit dan bumi; tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Yang menghidupkan dan mematikan, maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya, (yaitu) Nabi yang ummi yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya). Ikutilah dia, agar kamu mendapat petunjuk." 182. Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, akan Kami biarkan mereka berangsur-angsur (ke arah kebinasaan), dengan cara yang tidak mereka ketahui.
Jadi orang-orang yang mengikuti Nabi Ummi adalah penjelasan dari umat yang memberi petunjuk dengan dasar kebenaran sebagaimana yang disebutkan dalam ayat 181.

Alternatif kedua adalah setelah ayat 174 dan sebelum 175 sbb:
174. Dan demikianlah Kami menjelaskan ayat-ayat itu, agar mereka kembali (kepada kebenaran). 
156bMaka akan Aku tetapkan ia (ayat-ayat-Nya) bagi orang-orang yang bertakwa, yang menunaikan zakat dan orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami."
157. Orang-orang yang mengikuti Rasul, Nabi yang ummi yang mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada pada mereka, yang menyuruh mereka berbuat yang makruf dan mencegah dari yang mungkar, dan yang menghalalkan segala yang baik bagi mereka dan mengharamkan segala yang buruk bagi mereka, dan membebaskan beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Adapun orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al-Qur'an), mereka itulah orang-orang beruntung. 158. Katakanlah (Muhammad), "Wahai manusia! Sesungguhnya aku ini utusan Allah bagi kamu semua, Yang memiliki kerajaan langit dan bumi; tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Yang menghidupkan dan mematikan, maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya, (yaitu) Nabi yang ummi yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya). Ikutilah dia, agar kamu mendapat petunjuk." 175. Dan bacakanlah (Muhammad) kepada mereka, berita orang yang telah Kami berikan ayat-ayat Kami kepadanya, kemudian dia melepaskan diri dari ayat-ayat itu, lalu dia diikuti oleh setan (sampai dia tergoda), maka jadilah dia termasuk orang yang sesat.

Alternatif kedua saya tempatkan sebelum Al A'raf 175 disebabkan karena ayat 175 konon katanya diturunkan untuk Bileam, seorang tokoh dalam Kitab Bilangan pasal 22-24 pada Alkitab, yang merupakan seorang Nabi dari kalangan non-Israel (gentile prophet). Maka Al A'raf 157-158 yang berbicara tentang Nabi Ummi (gentile prophet) seolah-olah ada kaitannya dengan Bileam pada ayat 175 yang juga merupakan seorang gentile prophet, walaupun dalam hal ini Bileam adalah seorang Nabi yang kemudian tersesat.

Saya tidak akan heran jika suatu saat nanti seandainya Imam Mahdi muncul di tengah-tengah kita, Imam Mahdi akan membawakan mushaf Al Quran yang berbeda dengan mushaf Utsmani. Karena saya percaya, bahwa ketika Nabi Muhammad sudah dikuburkan, maka hal pertama yang dilakukan oleh Ali bin Abi Thalib adalah menyusun Al Quran sebagaimana urutan yang seharusnya, yakni secara chronological order. Dan menurut Ibnu Sirin, Ali bin Abi Thalib memang pernah menyusun mushaf Al Quran-nya sendiri. Saya percaya bahwa ketika Imam Mahdi datang kelak, beliau akan membawa mushaf Ali tersebut, dimana saya percaya bahwa mushaf Ali tsb lebih original dibandingkan dengan mushaf ustmani, insya Allah.
Just my two cents million dollar

Comments

Popular posts from this blog

Bekal untuk Berdakwah

Apakah masih relevan?