Apakah masih relevan?
Umat Islam percaya bahwa Al Quran adalah sebuah kitab universal yang ditujukan untuk seluruh umat manusia. Kemudian, ada juga doktrin bahwa seluruh ayat Al Quran adalah relevan di sepanjang zaman. Dengan kata lain, seluruh ayat Al Quran adalah relevan di setiap tempat dan di setiap waktu. Benarkah demikian? That is not the case.
Kalau kita membaca ayat Al Quran, maka kita akan bisa melihat bahwa ada ayat Al Quran hanya berlaku secara khusus kepada orang tertentu saja (misalnya kepada Nabi Muhammad), atau hanya berlaku pada masa Nabi saja atau hanya berlaku pada suatu waktu tertentu saja di masa lampau, atau hanya berlaku pada daerah-daerah tertentu saja (misalnya di Timur Tengah). Kalau menurut istilah fiqih, ada ayat yang berlaku umum (amm), ada juga ayat yang berlaku khusus (khas). Di sini saya tidak ingin mengatakan bahwa seluruh ayat Al Quran tidak relevan lagi, melainkan saya ingin menempatkan ayat-ayat Al Quran pada tempatnya masing-masing. Yang ingin saya katakan adalah, bahwasanya memang benar ada ayat Al Quran yang berlaku umum dan oleh karenanya ia berlaku sepanjang masa, namun pada sisi lain ada juga ayat Al Quran yang berlaku khusus, atau hanya berlaku pada masa tertentu saja, atau pada tempat tertentu saja.
Beberapa ayat Al Quran yang berlaku umum, menurut saya, misalnya QS: 2:62, 5:69, dan 2:112. Sedangkan beberapa ayat Al Quran yang berlaku khusus misalnya QS 33:50 (hanya berlaku untuk Nabi), 3:101 (ketika Rasul masih hidup), 3:110-111 (hanya berlaku pada generasi sahabat dan tabi'in?), 9:30 (hanya berlaku pada umat Yahudi di masa lampau?), 53:19-20 (hanya berlaku untuk kaum musyrik Mekkah di masa lampau), dan QS 39:6 dan 6:144 (sebagian besar manusia di muka bumi tidak pernah memakan unta dan tidak pernah merasakan manfaat langsung dari unta).
Saya ingin mengatakan bahwa sebaiknya umat Islam menempatkan setiap ayat pada posisinya masing-masing. Jika Allah berfirman kepada para sahabat Nabi bahwa mereka adalah manusia terbaik pada zamannya, maka kita jangan buru-buru ge-er dan mengatakan bahwa umat Islam pada masa kini adalah umat terbaik di dunia (walaupun pada kenyataannya tidak demikian). Salah satu bukti bahwa umat Islam pada masa modern ini bukanlah umat terbaik adalah perang Israel dengan negara-negara Arab tahun 1967. Ketika itu, negara-negara Arab kalah perang dari Israel walaupun jumlah tentara Arab lebih banyak daripada tentara Israel. Dengan demikian terbukti bahwa QS 3:111 tidak berlaku pada saat itu.
The bottom line is, saya ingin mengatakan bahwa umat Islam seyogyanya memiliki sikap rendah hati. Toh, bagaimanapun juga sebagian besar dari kita (umat Islam) tidak akan masuk ke dalam Sorga tertinggi (lihat QS 56), jadi yaaa tahu dirilah. Tak perlulah kita menepuk dada seraya berkata bahwa kita adalah umat terbaik. Yang terbaik itu adalah generasi as sabiqunal awwalun, bukan kita.
Kalau kita membaca ayat Al Quran, maka kita akan bisa melihat bahwa ada ayat Al Quran hanya berlaku secara khusus kepada orang tertentu saja (misalnya kepada Nabi Muhammad), atau hanya berlaku pada masa Nabi saja atau hanya berlaku pada suatu waktu tertentu saja di masa lampau, atau hanya berlaku pada daerah-daerah tertentu saja (misalnya di Timur Tengah). Kalau menurut istilah fiqih, ada ayat yang berlaku umum (amm), ada juga ayat yang berlaku khusus (khas). Di sini saya tidak ingin mengatakan bahwa seluruh ayat Al Quran tidak relevan lagi, melainkan saya ingin menempatkan ayat-ayat Al Quran pada tempatnya masing-masing. Yang ingin saya katakan adalah, bahwasanya memang benar ada ayat Al Quran yang berlaku umum dan oleh karenanya ia berlaku sepanjang masa, namun pada sisi lain ada juga ayat Al Quran yang berlaku khusus, atau hanya berlaku pada masa tertentu saja, atau pada tempat tertentu saja.
Beberapa ayat Al Quran yang berlaku umum, menurut saya, misalnya QS: 2:62, 5:69, dan 2:112. Sedangkan beberapa ayat Al Quran yang berlaku khusus misalnya QS 33:50 (hanya berlaku untuk Nabi), 3:101 (ketika Rasul masih hidup), 3:110-111 (hanya berlaku pada generasi sahabat dan tabi'in?), 9:30 (hanya berlaku pada umat Yahudi di masa lampau?), 53:19-20 (hanya berlaku untuk kaum musyrik Mekkah di masa lampau), dan QS 39:6 dan 6:144 (sebagian besar manusia di muka bumi tidak pernah memakan unta dan tidak pernah merasakan manfaat langsung dari unta).
Saya ingin mengatakan bahwa sebaiknya umat Islam menempatkan setiap ayat pada posisinya masing-masing. Jika Allah berfirman kepada para sahabat Nabi bahwa mereka adalah manusia terbaik pada zamannya, maka kita jangan buru-buru ge-er dan mengatakan bahwa umat Islam pada masa kini adalah umat terbaik di dunia (walaupun pada kenyataannya tidak demikian). Salah satu bukti bahwa umat Islam pada masa modern ini bukanlah umat terbaik adalah perang Israel dengan negara-negara Arab tahun 1967. Ketika itu, negara-negara Arab kalah perang dari Israel walaupun jumlah tentara Arab lebih banyak daripada tentara Israel. Dengan demikian terbukti bahwa QS 3:111 tidak berlaku pada saat itu.
The bottom line is, saya ingin mengatakan bahwa umat Islam seyogyanya memiliki sikap rendah hati. Toh, bagaimanapun juga sebagian besar dari kita (umat Islam) tidak akan masuk ke dalam Sorga tertinggi (lihat QS 56), jadi yaaa tahu dirilah. Tak perlulah kita menepuk dada seraya berkata bahwa kita adalah umat terbaik. Yang terbaik itu adalah generasi as sabiqunal awwalun, bukan kita.
Comments
Post a Comment