Bekal untuk Berdakwah

Dalam salah satu tradisi Islam dinyatakan bahwa urutan empat surat yang pertama kali diturunkan kepada Nabi Muhammad adalah sebagai berikut: pertama, Al Alaq (3 atau 5 ayat pertama dari surat ini), kedua surat Al Qalam, ketiga surat Al Muddatsir, dan keempat adalah surat Ad Dhuha. Nah, dari sini kita bisa melihat bahwa Nabi sudah diminta berdakwah kepada kaumnya ketika beliau baru menerima tiga surat saja, yakni Iqra bismi rabbika, Al Qalam, dan Al Muddatsir.

Lalu, materi dakwah apa yang harus disampaikan kepada kaumnya, mengingat isi ketiga surat-surat tsb belum mengandung substansi dakwah yang wow, karena belum ada berita mengenai Hari Kiamat, belum ada pengenalan mengenai kalimat tauhid, bahkan belum ada pengenalan akan nama Allah. Pada saat itu, Allah disebut sebagai rabbika/rabbuka.

Nah, kemudian saya berpikir untuk menghubungkan setiap ayat yg pertama kali turun dengan sebuah kitab tertentu. Hasil imajinasi saya kurang lebih seperti ini.

1. Ayat Iqra bismi rabbikalladzii khalaq, khalaqal insaana min alaq. Ayat ini berhubungan erat dengan Kitab Kejadian, khususnya Kejadian 1:1 sampai dengan Kejadian 5:2. Kenapa hanya sampai Kejadian 5:2? Karena pada Kejadian 5:2 tsb dinyatakan kembali bahwa Allah menciptakan manusia. Sementara ayat-ayat selanjutnya (Kejadian 5:3 dst) berbicara tentang masa hidup Adam dan keturunannya yang rasanya tidak berhubungan erat dengan keimanan kita. Apalagi dari tiga versi kitab Genesis yang beredar saat ini, yakni versi Masoretic Text, Samaritan Pentateuch, dan Septuagint (LXX), ketiganya memiliki versi umur yang berbeda antara satu sama lain. Apalagi di dalam Surat Hud ayat 49 tersirat bahwa Nabi Muhammad belum pernah mendengar berita tentang Nabi Nuh sebelum surat Hud tsb diturunkan. Artinya, jika seumpama Nabi Muhammad memang membaca Kitab Kejadian, kemungkinan besar yang beliau baca tidak sampai parashat Noach. Jadi, maksimal Nabi Muhammad hanya membaca sampai dengan Kejadian Pasal 5 yang masih merupakan bagian dari parashat Bereshit.

2. Iqra wa rabbukal akram. Hanya ada satu kitab yang terpikir oleh saya untuk ayat ini, yakni Kitab Mazmur atau Psalms atau Tehillim. Karena dalam kitab mazmur ini banyak terkandung kalimat puji-pujian untuk Tuhan.

3. Alladzi allama bil qalam dst serta surat Al Qalam. Saya punya firasat bahwa Al Qalam ini ada kaitannya dengan midrash rabbah Genesis atau Bereshit Rabbah. Ini karena tadinya tradisi midrash rabbah yang sebelumnya disampaikan turun termurun secara lisan (oral Torah), kemudian berkembang menjadi tulisan (written Torah), yang tentunya memerlukan peranan dari adanya qalam atau pena. (Bersehit Rabbah diperkirakan ditulis antara tahun 300 M s.d. 500 M, atau setidaknya satu abad sebelum Nabi Muhammad diangkat sebagai Rasulullah). Kitab ini bisa dibilang sebagai penafsiran dan komentar dari ahli-ahli Taurat serta rabbi-rabbi terdahulu akan ayat-ayat Taurat yang kemudian dibukukan menjadi satu buku. Apalagi dalam salah satu ayat surat Al Qalam ada tertulis, Am lakum kitaabun fiihi tadrusun, dimana kata tadrusun memiliki akar kata yang sama persis dengan midrash, yakni berasal dari akar kata dal-ra-sin, atau dalet-reish, shin.

Jadi, saya berpendapat bahwa itulah materi minimal yang harus dikuasai oleh seseorang "pendakwah" sebelum ia berdakwah dan/atau sebelum dia mempelajari ayat-ayat berikutnya dari Al Quran, yakni setidaknya dia pernah membaca Kitab Kejadian dari ayat pertama sampai dengan Pasal 5:2, beberapa pasal dari Kitab Mazmur (seperti Mazmur #1, 117, dan 150), serta beberapa bagian awal dari kitab midrash rabbah Genesis, yaitu sampai dengan pembahasan Kejadian 5:2. Hal ini agar hendaknya seorang mukmin memahami bahwa Al Quran merupakan kelanjutan dari kitab (atau kitab-kitab) sebelumnya, khususnya Kitab Kejadian (Genesis), Mazmur (Psalms), dan juga "kitab tafsir" yang bernama midrash rabbah Genesis.

Jadi, saya berpendapat bahwa tiga kitab itulah standar minimal yang dimaksud dalam QS 4:136 ketika Allah memerintahkan orang-orang beriman untuk beriman kepada kitab yang diturunkan sebelum Al Quran. Adapun sebagai bonus, seorang mukmin boleh saja membaca dari Alkitab di luar ketiga kitab tsb, seperti contohnya Kitab Ayub, Yunus, Hosea, Injil Q (perpaduan antara Injil Matius dengan Injil Lukas atau yang biasa diistilahkan dengan Double Tradition), dan juga surat Yakobus.

Wa Allahu a'lam.

Comments

Popular posts from this blog

Apakah masih relevan?

First Thing First dalam Memahami Islam