Ternyata Nasrani berbeda dengan Kristen
Baru-baru ini saya mendapatkan "pencerahan" (setelah saya membaca beberapa tulisan orang Islam maupun tulisan orang Kristen sendiri) bahwa ternyata orang Kristen itu berbeda dengan orang Nasrani/Nashara. Pantas saja selama ini saya kesulitan mencerna beberapa ayat Al Quran seperti QS 2:62, 5:69, 22:40, serta terutama QS 5:82-83.
Setelah saya mendapatkan pencerahan tsb dan setelah saya tinjau kembali beberapa ayat Al Quran dan Al Kitab Perjanjian Baru, saya menyimpulkan bahwa terdapat sejumlah perbedaan antara Nasrani dan Kristen. Namun sebelum membahas perbedaan antara Kristen dangan Nasrani, terlebih dahulu saya bahas persamaannya. Persamaan antara Kristen dengan Nasrani antara lain sebagai berikut:
1. Sama-sama mengakui Yesus sebagai Mesias (Christ)
2. Sama-sama mengakui Yesus sebagai anak Allah (the son of God)
3. Sama-sama disebut sebagai Ahli Kitab di dalam Al Quran
Namun demikian terdapat sejumlah perbedaan mencolok antara Nasrani dengan Kristen. Berikut beberapa perbedaan antara orang Nasrani dengan orang
Kristen:
1. Nasrani merupakan pengikut Yesus yang merupakan keturunan dari bani Israel (ref: Imam Syafi'i serta Kisah Para Rasul 24:5), sedangkan Kristen merupakan pengikut Yesus yang berasal dari bangsa non-Israel (gentiles) seperti misalnya orang Yunani (ref: Kisah Para Rasul 11:20, 26, 26:28)
2. Karena Nasrani merupakan keturunan bani Israel, maka wajar jika orang-orang Nasrani masih memegang teguh hukum Taurat seperti tidak memakan babi, kepiting, cumi-cumi dll. Pada sisi lain, orang Kristen sudah tidak berpegang lagi kepada Hukum Taurat karena mereka beranggapan bahwa Hukum Taurat sudah dihapus oleh Yesus.
3. Orang Nasrani memang menganggap Yesus sebagai anak Allah (ref 9:30) tapi tidak lebih dari itu. Artinya orang Nasrani tidak menganggap Yesus sebagai Allah (God) tetapi "hanya" sebagai anak-Nya. (Dalam wikipedia dikatakan: Some Messianic Jews, who reject Trinitarian doctrine and Arian doctrine, believe that the Jewish Messiah is the son of God in the general sense (Jewish people are children of God) and that the Jewish Messiah is a mere human, the promised Prophet). Dengan kata lain, orang Nasrani menolak Trinitas. Sebaliknya orang Kristen mengimani Trinitas dan mempercayai Yesus sebagai Allah (God).
4. Al Quran menyatakan kafir terhadap Ahli Kitab yang menyatakan bahwa Yesus adalah Allah dan orang-orang yang menyatakan Trinitas (QS 4:171, 5:17, 5:72-73). Ini tentunya merujuk kepada orang-orang Kristen, bukan kepada orang Nasrani.
5. Dalam Surah Al Maaidah ayat 5, kaum mukmin diizinkan menikahi Ahli Kitab. Ahli Kitab di sini tentunya merujuk kepada orang Yahudi dan orang Nasrani yang hanya memakan makanan kosher/halal, bukan kepada orang Kristen yang tidak memiliki pantangan dalam hal makanan.
6. An-Nashara yang dirujuk dalam QS 2:62, 5:69, serta 5:82-83 tentunya merujuk kepada orang-orang Nasrani keturunan bani Israel yang menolak Trinitas, bukan merujuk kepada orang-orang Kristen. Sedangkan yang dimaksud di dalam QS 5:116, 118 kemungkinan besar adalah orang-orang Kristen dan/atau Katolik.
7. Orang-orang yang boleh diperangi yang dimaksud dalam QS 9:29 kemungkinan besar adalah orang Kristen/Katolik yang mempercayai Trinitas dan tidak mengharamkan apa yang telah diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya (seperti darah dan babi).
8. Rumah Ibadah yang dimaksud dalam QS 22:40 kemungkinan besar adalah tempat ibadah orang-orang Nasrani, bukan gerejanya orang Kristen. Salah satu alasannya adalah karena dalam tradisi agama Yudaisme, orang-orang Yahudi dilarang untuk berdoa di dalam gereja (Kristen/Katolik) karena di dalam gereja terdapat berhala seperti patung Kristus dan salib. Sebaliknya orang Yahudi diperbolehkan berdoa di dalam masjid. Dengan menggunakan analogi ini semestinya rumah ibadah yang dimaksud dalam QS 22:40 seharusnya adalah rumah ibadah yang tidak mengandung unsur berhala seperti patung atau salib.
9. Kemungkinan besar Nasrani adalah golongan yang dulu disebut sebagai Nazarenes atau mungkin juga golongan ebionites. Mereka menerima ajaran Yakobus (James the Just) akan tetapi menolak Paulus dari Tarsus. Mereka hanya mengakui Injil Matius serta menolak Injil lainnya dan terutama menolak surat-surat Paulus. Dan mereka tetap berpegang teguh kepada Hukum Taurat.
10. Orang-orang yang diumpamakan seperti keledai di dalam QS 62:5 karena tidak mau memikul Hukum Taurat kemungkinan adalah orang-orang Kristen yang membawa Taurat (karena bagaimanapun Taurat adalah bagian dari Alkitab) tetapi mereka tidak mau melaksanakan Hukumnya, sehingga mereka dianalogikan seperti keledai yang membawa kitab tebal.
11. Orang yang dipandang sebagai "orang yang tidak beragama" sebagaimana disitir di dalam QS 5:68 kemungkinan besar merujuk kepada orang Kristen yang tidak mau menegakkan Hukum Taurat, bukan kepada orang Yahudi. Ini karena hampir seluruh ajaran Yesus di dalam kitab Injil sebenarnya bersumber dari kitab Taurat, seperti misalnya kasihilah Tuhan Allahmu (hukum yang terutama) serta kasihilah sesamamu manusia. Sehingga dapat dikatakan bahwa jika seorang Ahli Kitab menegakkan Hukum Taurat maka sebenarnya ia juga menegakkan ajaran Injil. Namun hal ini belum tentu berlaku sebaliknya. Orang Kristen yang menjalankan ajaran Injil, belum tentu ia menegakkan Hukum Taurat, karena terdapat sejumlah peraturan di dalam Taurat yang tidak diajarkan di dalam Injil.
12. Walaupun orang Kristen pada umumnya dipandang sebagai orang yang sesat (ref QS 1:7), namun masih terdapat kemungkinan bahwa mereka bisa jadi akan mendapat ampunan oleh Allah (QS 5:118).
Wa Allahu a'lam.
Setelah saya mendapatkan pencerahan tsb dan setelah saya tinjau kembali beberapa ayat Al Quran dan Al Kitab Perjanjian Baru, saya menyimpulkan bahwa terdapat sejumlah perbedaan antara Nasrani dan Kristen. Namun sebelum membahas perbedaan antara Kristen dangan Nasrani, terlebih dahulu saya bahas persamaannya. Persamaan antara Kristen dengan Nasrani antara lain sebagai berikut:
1. Sama-sama mengakui Yesus sebagai Mesias (Christ)
2. Sama-sama mengakui Yesus sebagai anak Allah (the son of God)
3. Sama-sama disebut sebagai Ahli Kitab di dalam Al Quran
Namun demikian terdapat sejumlah perbedaan mencolok antara Nasrani dengan Kristen. Berikut beberapa perbedaan antara orang Nasrani dengan orang
Kristen:
1. Nasrani merupakan pengikut Yesus yang merupakan keturunan dari bani Israel (ref: Imam Syafi'i serta Kisah Para Rasul 24:5), sedangkan Kristen merupakan pengikut Yesus yang berasal dari bangsa non-Israel (gentiles) seperti misalnya orang Yunani (ref: Kisah Para Rasul 11:20, 26, 26:28)
2. Karena Nasrani merupakan keturunan bani Israel, maka wajar jika orang-orang Nasrani masih memegang teguh hukum Taurat seperti tidak memakan babi, kepiting, cumi-cumi dll. Pada sisi lain, orang Kristen sudah tidak berpegang lagi kepada Hukum Taurat karena mereka beranggapan bahwa Hukum Taurat sudah dihapus oleh Yesus.
3. Orang Nasrani memang menganggap Yesus sebagai anak Allah (ref 9:30) tapi tidak lebih dari itu. Artinya orang Nasrani tidak menganggap Yesus sebagai Allah (God) tetapi "hanya" sebagai anak-Nya. (Dalam wikipedia dikatakan: Some Messianic Jews, who reject Trinitarian doctrine and Arian doctrine, believe that the Jewish Messiah is the son of God in the general sense (Jewish people are children of God) and that the Jewish Messiah is a mere human, the promised Prophet). Dengan kata lain, orang Nasrani menolak Trinitas. Sebaliknya orang Kristen mengimani Trinitas dan mempercayai Yesus sebagai Allah (God).
4. Al Quran menyatakan kafir terhadap Ahli Kitab yang menyatakan bahwa Yesus adalah Allah dan orang-orang yang menyatakan Trinitas (QS 4:171, 5:17, 5:72-73). Ini tentunya merujuk kepada orang-orang Kristen, bukan kepada orang Nasrani.
5. Dalam Surah Al Maaidah ayat 5, kaum mukmin diizinkan menikahi Ahli Kitab. Ahli Kitab di sini tentunya merujuk kepada orang Yahudi dan orang Nasrani yang hanya memakan makanan kosher/halal, bukan kepada orang Kristen yang tidak memiliki pantangan dalam hal makanan.
6. An-Nashara yang dirujuk dalam QS 2:62, 5:69, serta 5:82-83 tentunya merujuk kepada orang-orang Nasrani keturunan bani Israel yang menolak Trinitas, bukan merujuk kepada orang-orang Kristen. Sedangkan yang dimaksud di dalam QS 5:116, 118 kemungkinan besar adalah orang-orang Kristen dan/atau Katolik.
7. Orang-orang yang boleh diperangi yang dimaksud dalam QS 9:29 kemungkinan besar adalah orang Kristen/Katolik yang mempercayai Trinitas dan tidak mengharamkan apa yang telah diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya (seperti darah dan babi).
8. Rumah Ibadah yang dimaksud dalam QS 22:40 kemungkinan besar adalah tempat ibadah orang-orang Nasrani, bukan gerejanya orang Kristen. Salah satu alasannya adalah karena dalam tradisi agama Yudaisme, orang-orang Yahudi dilarang untuk berdoa di dalam gereja (Kristen/Katolik) karena di dalam gereja terdapat berhala seperti patung Kristus dan salib. Sebaliknya orang Yahudi diperbolehkan berdoa di dalam masjid. Dengan menggunakan analogi ini semestinya rumah ibadah yang dimaksud dalam QS 22:40 seharusnya adalah rumah ibadah yang tidak mengandung unsur berhala seperti patung atau salib.
9. Kemungkinan besar Nasrani adalah golongan yang dulu disebut sebagai Nazarenes atau mungkin juga golongan ebionites. Mereka menerima ajaran Yakobus (James the Just) akan tetapi menolak Paulus dari Tarsus. Mereka hanya mengakui Injil Matius serta menolak Injil lainnya dan terutama menolak surat-surat Paulus. Dan mereka tetap berpegang teguh kepada Hukum Taurat.
10. Orang-orang yang diumpamakan seperti keledai di dalam QS 62:5 karena tidak mau memikul Hukum Taurat kemungkinan adalah orang-orang Kristen yang membawa Taurat (karena bagaimanapun Taurat adalah bagian dari Alkitab) tetapi mereka tidak mau melaksanakan Hukumnya, sehingga mereka dianalogikan seperti keledai yang membawa kitab tebal.
11. Orang yang dipandang sebagai "orang yang tidak beragama" sebagaimana disitir di dalam QS 5:68 kemungkinan besar merujuk kepada orang Kristen yang tidak mau menegakkan Hukum Taurat, bukan kepada orang Yahudi. Ini karena hampir seluruh ajaran Yesus di dalam kitab Injil sebenarnya bersumber dari kitab Taurat, seperti misalnya kasihilah Tuhan Allahmu (hukum yang terutama) serta kasihilah sesamamu manusia. Sehingga dapat dikatakan bahwa jika seorang Ahli Kitab menegakkan Hukum Taurat maka sebenarnya ia juga menegakkan ajaran Injil. Namun hal ini belum tentu berlaku sebaliknya. Orang Kristen yang menjalankan ajaran Injil, belum tentu ia menegakkan Hukum Taurat, karena terdapat sejumlah peraturan di dalam Taurat yang tidak diajarkan di dalam Injil.
12. Walaupun orang Kristen pada umumnya dipandang sebagai orang yang sesat (ref QS 1:7), namun masih terdapat kemungkinan bahwa mereka bisa jadi akan mendapat ampunan oleh Allah (QS 5:118).
Wa Allahu a'lam.
Comments
Post a Comment