Siapa yang Asing, Siapa yang masuk ke Lubang Biawak?
Dalam tradisi hadits, terdapat beberapa riwayat yang menyatakan tentang 'nasib' umat Islam di masa depan. Ada hadits yang menyatakan bahwa umat Islam kelak akan seperti buih di lautan, yang berjumlah banyak namun tidak ada artinya. Ada juga hadits lainnya yang menyatakan bahwa umat Islam kelak (kini?) akan (sudah?) mengikuti jejak umat sebelumnya, yaitu Yahudi dan Nasrani, dimana ketika mereka (Yahudi dan Nasrani) masuk ke dalam lubang biawak, maka umat Islam pun juga masuk ke dalam lubang biawak. Sementara hadits lainnya menyatakan bahwa Islam (dulu) datang dalam keadaan asing, dan kelak (sekarang?) akan kembali menjadi asing (sudah?).
Pertanyaannya sekarang, siapakah yang dimaksud sebagai umat Islam yang terasing, dan siapa pula umat Islam yang sudah jatuh ke dalam lubang biawak.
Sekitar 30 tahun yang lalu, ketika Pak Harto masih menjadi presiden di Indonesia, ketika itu para muslimah yang mengenakan jilbab dianggap sebagai sesuatu yang aneh (asing). Begitu juga para ikhwan dan akhwat yang mengikuti pengajian/liqa/tarbiyah dianggap sebagai sesuatu yang asing. Namun kini jilbab dan kerudung sudah dianggap sebagai hal yang biasa. Bahkan wanita yang mengenakan cadar sekarang pun sudah tidak dianggap sebagai sesuatu yang aneh lagi. Begitu juga pengajian-pengajian sudah sangat marak dimana-mana yang diikuti oleh banyak karyawan/pegawai dari berbagai instansi, baik swasta maupun dari kalangan pemerintahan.
Jadi siapakah muslim yang dianggap asing sebagaimana dimaksud dalam hadits? Apakah orang-orang salafi yang mengenakan celana kutung sementara akhwatnya mengenakan cadar? Atau para ikhwan/akhwat yang mengikuti tarbiyah dan rajin membaca Al Ma'tsurat setiap pagi dan petang? Ataukah santri-santri berbasis NU? Ataukah justru orang-orang syiah atau orang-orang liberal/JIL yang biasanya dianggap sesat oleh maintsream muslim (Ahli Sunnah wal Jama'ah)? Well... rasanya sah-sah saja jika masing-masing pihak merasa sebagai umat muslim yang dianggap asing (aneh).
Mungkin akan lebih mudah untuk menganalisis siapakah yang dimaksud dengan umat muslim yang akan (sudah?) mengikuti [kesalahan] umat sebelumnya (Yahudi dan Nasrani), bahkan ketika mereka masuk ke dalam lubang biawak pun, maka umat Islam mengikutinya juga.
Kalau saya membaca Al Quran, ada beberapa kesalahan umat Yahudi dan Nasrani yang disebutkan dalam beberapa ayat Al Quran, yang bisa jadi kesalahan tersebut juga telah dilakukan oleh umat Islam di masa kini. Berikut beberapa kesesatan/kesalahan berpikir umat Yahudi dan Nasrani yang saya tangkap dari Al Quran.
1. Mereka mengklaim sebagai satu-satunya golongan yang akan masuk surga (QS 2:111)
Klaim ini pun juga dilakukan oleh sebagian umat Islam. Ahli Sunnah wal Jama'ah misalnya mengklaim sebagai satu-satunya golongan yang akan selamat berdasarkan hadits 73 golongan. Mereka menganggap golongan selain mereka sebagai ahli neraka. Sementara itu, sebagian syiah pun juga mengklaim sebagai satu-satunya golongan yang selamat berdasarkan hadits perahu Nabi Nuh.
2. Mereka menuduh pihak lain sebagai pihak yang sesat yang tidak punya pegangan, padahal pihak lain tsb juga membaca kitab yang sama dengan yang dibaca oleh mereka. (QS 2:113)
Ini pun juga telah dilakukan oleh sebagian muslim. Wahabi dan sebagian Ahli Sunnah wal Jama'ah misalnya mencap orang-orang syiah sebagai orang sesat, padahal Al Quran yang dibaca oleh orang Syiah adalah sama dengan Al Quran yang mereka baca. Sampai dengan hari ini, saya belum pernah tahu ada orang syiah yang membaca mushaf Fathimah atau mushaf Ali. Al Quran yang dipegang orang syiah ya mushaf Utsmani itulah, tidak ada yang lain.
Bukan hanya itu, antara sebagian wahabi dan sebagian jama'ah ala Ikhwanul Muslimin pun bisa jadi mereka saling men-cap pihak lain sebagai pihak yang sesat, padahal mereka sama-sama meng-klaim sebagai golongan Ahli Sunnah wal Jama'ah.
3. Mereka hanya mau beriman kepada apa yang diturunkan kepada mereka saja sementara mereka ingkar kepada kitab yang mereka anggap tidak diturunkan untuk mereka (QS 2:91)
Ini pun merupakan sikap dari sebagian muslim yang hanya mau percaya kepada Al Quran (dan Al Hadits) saja, sementara mereka mengingkari Alkitab atau kitab-kitab sebelum Al Quran dengan dalih bahwa Al Quran sudah menghapus semua hukum yang ada pada kitab-kitab sebelumnya. Padahal Al Quran jelas-jelas telah memerintahkan orang-orang beriman untuk percaya kepada kitab-kitab sebelum Quran (seperti Taurat dan Injil), bukan hanya percaya kepada Al Quran semata.
4. Mereka menjadikan orang-orang alim dan rahib-rahibnya sebagai tuhan selain Allah (QS 9:31)
Ini pun juga sudah dilakukan oleh sebagian muslim, dimana mereka sangat percaya perkataan orang-orang yang mereka anggap sebagai ustadz dan alim ulama, sementara perkataan para ustadz dan alim ulama tsb belum tentu benar. Tetapi mereka tetap lebih suka mempercayai perkataan alim ulama mereka secara membabi buta tanpa mau memfilter ulang perkataan alim ulama dengan akal pikiran mereka.
Dan ketika ada orang yang berusaha memahami ayat Al Quran dengan akal pikiran/common sense ikiran/common sense, orang seperti ini malah dituduh sebagai pemuja akal, atau lebih buruk lagi dituduh sebagai orang yang mengikuti hawa nafsu.
Jadi... boleh jadi saat ini sebagian umat Islam sudah masuk ke dalam biawak. Kalau sudah begitu, maka apa bedanya antara umat Islam yang masuk ke dalam lubang biawak dengan golongan Yahudi dan Nasrani? Masih bolehkah kita mengangkat orang-orang yang sudah masuk ke dalam lubang biawak tsb sebagai wali kita sebagaimana diamanatkan dalam QS 5:51?
Comments
Post a Comment