Sunnatullah: Golongan Yang Selamat itu hanya Sedikit (Minoritas)

Beberapa ayat Al Quran mengindikasikan bahwa manusia yang akan selamat kelak hanyalah sedikit saja, atau minoritas. Berikut beberapa referensi ayat tentang yang sedikit tersebut (QS 7:3, 7:10, 11:40, 23:78, 27:62, 32:9, 34:13, 38:24, 40:58, 67:23)

Sementara ayat Quran yang lain mengindikasikan bahwa sebagian besar manusia adalah ingkar (kufur nikmat), fasiq, kafir, bahkan syirik. Berikut beberapa contoh ayatnya QS 2:243, 5:49, 6:117, 7:102, 10:60, 10:92, 11:17, 12:38, 12:103, 12:106, 13:1, 30:8, 30:42.

Surat Wal Ashri ayat 2-3 dan surah At-Tin ayat 5-6 mengindikasikan bahwa secara default manusia itu rugi, dan secara default, manusia itu akan dikembalikan ke serendah-rendahnya tempat; terkecuali orang-orang yang beriman dan beramal shaleh. Pengecualian ini biasanya hanya sedikit jumlahnya, bukan yang umum atau pada umumnya. 

Definisi Minoritas

Secara sederhana, minoritas didefinisikan jika jumlahnya kurang dari setengah populasi, atau kurang dari 50% populasi. Namun, definisi akan benar jika dan hanya jika pada saat yang bersamaan tidak terdapat kelompok mayoritas yang jumlahnya lebih dari setengah populasi.

Sebagai contoh, misalkan di Amerika Serikat, kelompok Afro-American (13%), Hispanic (18%), dan Asian (5%), masing-masing bisa disebut sebagai golongan minoritas, karena pada saat yang bersamaan terdapat golongan mayoritas di AS, yakni warga kulit putih, yang mencapai 60% dari populasi. 

Lain halnya dengan di Indonesia. Apakah suku Jawa di Indonesia dapat disebut sebagai golongan minoritas hanya karena populasinya "cuma" 40% atau kurang dari setengah populasi Indonesia. Saya yakin jawabannya adalah tidak. Bahkan suku Jawa adalah suku dengan populasi terbesar di Indonesia. Jadi suku Jawa sama sekali bukan kelompok minoritas walaupun jumlahnya kurang dari 50% populasi. Demikian juga halnya dengan suku Sunda. Saya tidak akan mengatakan bahwa suku Sunda adalah suku minoritas di Indonesia hanya karena jumlahnya kurang dari 50% populasi. Pada kenyataannya, suku Sunda adalah suku terbesar kedua di Indonesia dalam hal populasi, jadi suku Sunda sama sekali tidak dapat disebut sebagai golongan minoritas.

Demikian juga halnya dengan umat Islam di dunia. Jumlah umat Islam di dunia saat ini mencapai sekitar 1,9 miliar orang atau sekitar 24,7% dari populasi dunia (data 2020 dari Wikipedia).Walaupun jumlah ini kurang dari setengah populasi dunia, namun karena pada saat bersamaan tidak ada satu pun golongan umat agama yang menjadi mayoritas, maka umat Islam pun tidak dapat disebut sebagai golongan minoritas di dunia. Bahkan, jika di-break down menjadi menjadi denominasi, maka sesungguhnya umat Islam dari golongan Ahli Sunnah wal Jama'ah (sunni) adalah denominasi terbesar di dunia. Ini karena walaupun agama Kristen memiliki umat dengan populasi terbesar di dunia, yaitu mencapai sekitar 2,6 miliar orang, namun denominasi Kristen terbesar, yakni Katolik, hanya mencapai 50% dari populasi Kristen atau sekitar 1,3 miliar orang. Sehingga jumlah umat Katolik ini masih kalah jika dibandingkan dengan golongan sunni yang mencapai sekitar 1,7 miliar orang (sekitar 87% dari seluruh muslim di dunia).

Seberapa Sedikitkah Golongan Minoritas itu?

Walaupun tidak ada konsensus mengenai berapa persenkah golongan minoritas itu, namun kita bisa menduga bahwa golongan minoritas yang benar-benar minoritas mungkin jumlahnya kurang dari 10% populasi. Sebagai perbandingan, klub Mensa yang mengklaim sebagai kelompok manusia terpintar di muka bumi ini, jumlahnya hanya sekitar 2% dari populasi umat manusia. Umat Yahudi, Nasrani, dan Muslim konon katanya akan terpecah menjadi 70~an golongan. Jika kita asumsikan bahwa dari masing-masing umat hanya ada satu golongan yang selamat, maka persentasi golongan yang selamat hanya sekitar 1,4% dari populasi. Dalam suatu riwayat hadits bahkan lebih ekstrim lagi, dikatakan bahwa dari seribu orang, yang 999 akan masuk neraka sedangkan yang masuk surga hanya satu orang, atau hanya 0,1%.

Satu hal yang terang benderang, walaupun kita tidak bisa memastikan berapa persenkah golongan yang sedikit atau minoritas itu, namun kita bisa menyatakan dengan keyakinan memadai bahwa ahli sunnah wal jama'ah bukanlah golongan minoritas di muka bumi. Begitu juga dengan hadits Nabi yang menyatakan bahwa Islam datang dalam keadaan asing, dan akan kembali menjadi asing, maka yang dimaksud Islam yang asing tsb sepertinya bukanlah Islamnya ahli sunnah wal jama'ah, karena jelas-jelas aswaja adalah golongan mainstream yang jauh dari kesan asing.  Jadi kesimpulannya, jika seandainya golongan yang akan selamat tersebut adalah golongan minoritas yang terasing, maka boleh jadi golongan yang akan selamat tsb bukanlah golongan sunni mainstream, wa Allahu a'lam.



Comments

Popular posts from this blog

Bekal untuk Berdakwah

Apakah masih relevan?

Ayat Yang Salah Tempat?