Posts

Ternyata Nasrani berbeda dengan Kristen

Baru-baru ini saya mendapatkan "pencerahan" (setelah saya membaca beberapa tulisan orang Islam maupun tulisan orang Kristen sendiri) bahwa ternyata orang Kristen itu berbeda dengan orang Nasrani/ Nashara. Pantas saja selama ini saya kesulitan mencerna beberapa ayat Al Quran seperti QS 2:62, 5:69, 22:40, serta terutama QS 5:82-83. Setelah saya mendapatkan pencerahan tsb dan setelah saya tinjau kembali beberapa ayat Al Quran dan Al Kitab Perjanjian Baru, saya menyimpulkan bahwa terdapat sejumlah perbedaan antara Nasrani dan Kristen. Namun sebelum membahas perbedaan antara Kristen dangan Nasrani, terlebih dahulu saya bahas persamaannya. Persamaan antara Kristen dengan Nasrani antara lain sebagai berikut: 1. Sama-sama mengakui Yesus sebagai Mesias ( Christ ) 2. Sama-sama mengakui Yesus sebagai anak Allah ( the son of God) 3. Sama-sama disebut sebagai Ahli Kitab di dalam Al Quran Namun demikian terdapat sejumlah perbedaan mencolok antara Nasrani dengan Kristen. Berikut bebe...

Mengapa aku meninggalkan aliran mainstream

Sebenarnya keputusanku untuk meninggalkan aliran mainstream dan mencari-cari Islam "alternatif" bukanlah keputusan mendadak, melainkan sudah kupikirkan dan kurenungkan selama bertahun-tahun lamanya. Ada beberapa hal yang membuatku kurang merasa nyaman dengan golongan mainstream, yang membuat pikiranku merasa terganggu karena aku tidak bisa mencerna dan memahami beberapa ajaran mainstream. Beberapa hal yang mengganggu pikiranku tersebut antara lain: 1. Percaya kepada takdir yang memaksa, bahwa Allah sudah menakdirkan seseorang akan celaka atau bahagia bahkan sebelum yang bersangkutan lahir ke muka bumi ini. Konsep predestinasi ini menurut saya tidak selaras dengan keadilan Tuhan. Walaupun saya sudah pernah membaca penjelasan mengenai konsep takdir dari golongan mainstream, namun saya tidak melihat adanya perbedaan pandangan mengenai takdir versi golongan mainstream ini dengan versi aliran Jabariyyah. Kalau pandangan Jabariyyah mengenai konsep predestinasi sudah diketahui kh...

Kisah Manusia (Adam): sebuah hipotesis

Image
Berikut ini merupakan interpretasi saya terhadap Al Quran dan juga Alkitab (serta hadits) mengenai kisah pengangkatan manusia (Adam) sebagai khalifah di muka bumi secara kronologis. Tentu saja interpretasi saya bisa salah, bisa juga benar, Allah-lah yang lebih tahu. Namun saya berharap apa yang saya tuliskan berikut ini tidak melenceng jauh dari kebenaran. Apa yang terjadi sebenarnya? Berawal dari kehendak Tuhan untuk menjadikan manusia sebagai khalifah (pengganti) Tuhan di muka bumi. Manusia ini diciptakan-Nya sesuai dengan citra-Nya dan sebagai representasi Tuhan di muka bumi. Apa maksudnya? Manusia akan berkuasa atas segala ikan di laut, burung di udara, dan segala jenis binatang di bumi (Kitab Kejadian 1:26, 28). Setelah Tuhan menciptakan Adam, kemudian Tuhan mengajarkan kepada Adam segala sesuatu yang harus diketahuinya. Kelebihan utama manusia dibandingkan para Malaikat, imho , bukanlah karena manusia (Adam) lebih pintar daripada Malaikat, namun kelebihannya adalah karena m...

Galau tingkat dewa: I still haven't found the answers

Sebagaimana banyak orang pada umumnya, saya pun memiliki beberapa pertanyaan seputar tujuan dan arti dari hidup  ini  (the purpose and the meaning of life)  yang berkecamuk di dalam batin saya selama bertahun-tahun. Setidaknya ada tiga pertanyaan di benak saya yang jika pertanyaan tersebut dijawab secara sok tahu maka jawaban sok tahu tersebut bukannya menjawab pertanyaan melainkan malah bikin emosi dan menambah runyam permasalahan. Adapun pertanyaan tersebut seperti ini: 1. Kenapa Tuhan menciptakan manusia? Belasan tahun yang lalu, di salah satu forum di internet yaitu myquran, ada seorang TS yang menanyakan pertanyaan serupa, "Mengapa Tuhan menciptakan manusia?". Di awal postingan sang TS sudah menyatakan bahwa dia tidak menghendaki QS 51:56 sebagai jawabannya karena dia sudah mengetahui ayat tersebut dan yang dia tanyakan bukan itu. Namun demikian ternyata tetap saja ada member sok tahu yang menjawab bahwa Tuhan menciptakan manusia untuk beribadah kepada-Nya denga...

Kitab Sebelum Al Quran: Sebuah Interpretasi

"Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya, serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya." (QS 4:136) Entah sudah berapa tahun lamanya ayat tersebut di atas mendominasi pikiran saya (kalau tidak ingin dikatakan mengganggu). Di dalam ayat tsb, Allah memerintahkan orang-orang beriman untuk beriman kepada Allah, kepada Rasul-Nya, kepada Al Quran dan kepada Kitab yang diturunkan sebelum Al Quran . Yang mengganggu pikiran saya adalah, bahwa kata “kitab” dalam frase “kitab yang diturunkan sebelum [Al Quran]” adalah berbentuk tunggal ( singular ). Jika seandainya kata “kitab” dalam ayat tsb berbentuk jamak ( plural ), maka tidak ada masalah, karena penafsirannya   jelas, yaitu seluruh kitab yang diturunkan Allah sebelum Al Quran. Tapi ternyata kata kitab tsb adalah dalam bentuk tunggal, sehingga menimbulkan pertanyaan di benak saya, kitab apakah yang dimaksud Allah di dalam ayat QS 4:136 di ...

Nine Commandments of the Noahide

They said that there were Seven Laws of Noah that were given by God as a binding set of laws for the "children of Noah" – that is, all of humanity. Those seven laws are prohibition of idolatry, prohibition of blasphemy, prohibition of murder, prohibition of forbidden sexual relations, prohibition of theft, prohibition of eating limb of a living animal, and to establish the courts of law. However, there's one huge problem with these seven laws: it has no basis from the Scripture. In fact, it has no basis from the apocrypha. The only basis for these seven laws is from the Talmud, which was written several hundred years after the beginning of the common era. Therefore, I kinda feel that these seven laws are dubious. However, I do believe that Noah was given some commandments by God. But these commandments are different from what they described in the Talmud. In my opinion, the commandments that were given to Noah is more like the commands that Noah gave to his children in ...

Catatan pribadi

Sebagaimana sebagian besar orang Indonesia pada umumnya, saya mempelajari Islam dari sudut pandang Ahli Sunnah wal Jama'ah , yang percaya kepada 5 rukun Islam dan 6 rukun Iman. Saya mulai mempelajari ajaran Islam ketika saya masuk SMA (sebelumnya saya sekolah di sekolah Katolik dari TK hingga SMP). Ketika di SMA, saya cukup aktif di rohis. Saya hampir tidak pernah absen kalau ada kegiatan liqa dengan murobi saya. Bahkan, saya sendiri pernah menjadi murobi  bagi adik kelas saya. Namun, seiring berjalannya waktu, pikiran saya sering terganggu dengan masalah takdir, khususnya sebuah hadits dari ibnu Mas'ud (yang sangat terkenal dan sudah tidak diragukan kesahihannya), yang menyatakan bahwa setiap manusia sudah ditentukan akan celaka atau bahagia sebelum manusia tersebut dilahirkan. Bahkan, terdapat kasus dimana seseorang yang hampir sepanjang hidupnya berbuat baik, namun karena yang bersangkutan sudah ditakdirkan untuk masuk neraka, maka menjelang akhir hayatnya dia melakukan ...