Posts

Mengapa Muslim Seharusnya Mempelajari Alkitab?

Tulisan ini berdasarkan pengalaman pribadi penulis, mengapa penulis membaca dan mempelajari Alkitab. Alasan pertama, karena Al Quran sendiri yang memerintahkan agar seorang mukmin beriman kepada Al Quran maupun kitab sebelum Al Quran. Referensi ayatnya antara lain QS An Nisa 136, Al Baqarah 2:4, 2:136, dan lain sebagainya. Selain itu, ayat pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad adalah ayat Iqra, yang saya interpretasikan sebagai perintah untuk membaca kitab suci yang eksisting pada saat ayat tsb diturunkan. Apalagi kitab yang dimaksud kalau bukan Tanakh ( the Jewish Bible ) dan/atau Alkitab ( the Bible ). Lebih jauh lagi, saya berhipotesis bahwa kitab yang dimaksudkan untuk dibaca oleh Nabi Muhammad adalah Kitab Kejadian (Genesis), khususnya pasal-pasal awal dalam Kitab Kejadian. Hal ini karena ayat Iqra tsb berbunyi "Bacalah dengan Nama Tuhanmu yang Menciptakan, dst". Sedangkan kitab yang isinya diawali dengan Kisah Penciptaan hanyalah Kitab Kejadian.  Alasan kedua me...

Hudal lil muttaqiin

 Sejak beberapa tahun yang lalu, saya tertarik dengan Noahidism atau Bnei Noah . Menurut tradisi Yahudi, umat manusia dibagi menjadi dua, yakni bangsa Israel serta bangsa selain Israel ( gentiles ). Hukum Tuhan pun juga dibagi dua, yakni Hukum khusus untuk bani Israel, yakni Hukum Taurat, serta hukum untuk bangsa selain Israel, yakni Tujuh Hukum Nuh atau the Seven Laws of Noach . Ketujuh hukum Nuh tersebut yaitu tidak menyembah berhala, tidak mencela Tuhan, tidak membunuh, tidak mencuri, tidak berzinah, tidak memakan binatang yang masih hidup, serta membentuk sistem hukum (untuk mengawasi berlakunya hukum yang lain). Saya tertarik dengan Noahide ini karena tidak ada satupun hukum dalam Noahidisme ini yang bertentangan dengan Al Quran. Apalagi saya pernah mendengar keterangan dari seorang (atau lebih) rabbi melalui youtube yang menyatakan bahwa seorang muslim bisa saja menjadi seorang Noahide . Kemudian saya pun berasumsi bahwa Sabian yang disebut-sebut di dalam Al Quran sebenarn...

Beriman Kepada Injil: Injil Yang Mana?

Seorang muslim dituntut untuk beriman kepada seluruh kitab yang Allah turunkan. Seyogyanya, seorang muslim bukan hanya wajib percaya kepada Al Quran saja, namun ia juga harus beriman kepada kitab-kitab yang diturunkan sebelum Al Quran, termasuk percaya kepada kitab Injil. Setelah sekian kali saya membaca kitab Injil, saya merasakan bahwa kitab Injil ini memiliki tempat yang spesial di hati saya. In a way , kitab Injil bisa saya katakan lebih spesial ketimbang kitab Taurat, misalnya, atau kitab Mazmur dan kitab Nabi-nabi. Apa yang membuat kitab Injil ini sangat spesial, bahkan lebih spesial ketimbang kitab Taurat (dalam hal tertentu). 1. Kitab Taurat diturunkan untuk bani Israel, dan ini dinyatakan dalam beberapa ayat Al Quran (maupun dalam Kitab Taurat itu sendiri). Namun sejauh yang saya tahu tidak ada pernyataan dalam Quran yang menyatakan bahwa kitab Injil diturunkan hanya untuk bani Israel saja. Misalnya saja di dalam QS Al Maaidah ayat 47 disebutkan tentang Ahli Injil (People of t...

Sunnatullah: Golongan Yang Selamat itu hanya Sedikit (Minoritas)

Beberapa ayat Al Quran mengindikasikan bahwa manusia yang akan selamat kelak hanyalah sedikit saja, atau minoritas. Berikut beberapa referensi ayat tentang yang sedikit tersebut (QS 7:3, 7:10, 11:40, 23:78, 27:62, 32:9, 34:13, 38:24, 40:58, 67:23) Sementara ayat Quran yang lain mengindikasikan bahwa sebagian besar manusia adalah ingkar (kufur nikmat), fasiq, kafir, bahkan syirik. Berikut beberapa contoh ayatnya QS 2:243, 5:49, 6:117, 7:102, 10:60, 10:92, 11:17, 12:38, 12:103, 12:106, 13:1, 30:8, 30:42. Surat Wal Ashri ayat 2-3 dan surah At-Tin ayat 5-6 mengindikasikan bahwa secara default manusia itu rugi, dan secara default , manusia itu akan dikembalikan ke serendah-rendahnya tempat; terkecuali orang-orang yang beriman dan beramal shaleh. Pengecualian ini biasanya hanya sedikit jumlahnya, bukan yang umum atau pada umumnya.  Definisi Minoritas Secara sederhana, minoritas didefinisikan jika jumlahnya kurang dari setengah populasi, atau kurang dari 50% populasi. Namun, definisi aka...

First Thing First dalam Memahami Islam

Sekitar tahun 2002, Ulil Abshar Abdalla menerbitkan tulisannya yang berjudul Menyegarkan Kembali Pemahaman Islam , yang dimuat pada situs islamlib (islam liberal). Dalam artikel tersebut, antara lain Ulil menyatakan bahwa agama Islam itu bukan sebuah patung indah yang sudah selesai pada abad ke-7 lalu, namun Islam adalah sebuah proses berkesinambungan dan panjang yang masih berlangsung. Sehingga dalam memahami dan menafsirkan (ulang) Islam, kita tidak harus mengekor kepada pendapat ulama-ulama terdahulu yang sudah meninggal berabad-abad yang lalu.  Nah, kalau kita memang mau menafsirkan ulang pemahaman Islam, atau menyegarkan kembali pemahaman Islam, menurut saya jalan terbaik adalah mencoba memahami ayat-ayat Al Quran sebagaimana ia pertama kali diturunkan, yaitu berdasarkan urutan diturunkannya Al Quran, atau secara chronological order . Ayat yang pertama kali turun itulah yang harus kita pahami terlebih dahulu, setelah itu baru kita mempelajari surat kedua, ketiga, dan seterusny...

Beda Penafsiran: Awal Mula Perpecahan dalam Islam

Saat ini terdapat sekian jenis golongan/mazhab dalam Islam. Lebih tepatnya terdapat 8 mazhab dalam Islam yang diakui dalam Risalah Amman ( Amman Message ). Kedelapan mazhab tsb adalah sunni hanafi, sunni hambali, sunni maliki, sunni syafi'i, syiah ja'fari (12 imam), syiah zaydi, ibadi (neo-khawarij), dan zahiri. Kalau dirunut dari sejarah, awal mula terjadinya perbedaan tersebut adalah karena perbedaan penafsiran. Salah satu contoh perbedaan itu adalah jawaban atas pertanyaan, apakah seorang muslim yang melakukan dosa besar itu tetap muslim atau kafir? Pada satu titik ekstrim, terdapat golongan khawarij yang menyatakan bahwa muslim yang melakukan dosa besar adalah kafir. Sedangkan pada satu titik ekstrim lainnya terdapat golongan murjiah yang menyatakan bahwa muslim yang melakukan dosa besar tetaplah muslim. Yang menjadi masalah sepertinya adalah definisi dari dosa besar, apakah yang dimaksud dengan dosa besar? Disinilah mungkin letak perbedaan antara seorang khawarij dengan ...

Berjuang untuk Beriman*

Bagi saya, rukun iman yang paling konkret namun justru paling sulit untuk dilaksanakan adalah Beriman kepada Kitab-kitab Allah. Saya mengatakan beriman kepada kitab-kitab Allah sebagai sesuatu yang konkret karena kitab-kitab tsb menurut saya memang nyata dan berwujud (termasuk kitab Taurat dan Injil yang dianggap oleh sebagian umat Islam sebagai kitab yang ghaib karena menurut mereka kitab Taurat dan Injil yang asli sudah hilang, sedangkan kitab Taurat dan Injil yang ada saat ini sudah tidak asli lagi karena sudah diubah2). Well , saya tidak sependapat dengan pendapat sebagian muslim tsb karena saya berkeyakinan bahwa kitab-kitab Taurat, Injil, dan kitab Nabi-Nabi yang beredar saat ini masih mengandung kebenaran dan dapat dijadikan sebagai pedoman.  Dalil saya adalah QS 2:2-4, dimana disebutkan "rukun iman", yaitu beriman kepada yang ghaib (Allah, Malaikat, Hari Akhir, dan Nabi/Rasul?) dan beriman kepada apa yang diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad dan apa yang diturunkan...